Valuasi Saham Murah Tidak Berarti Harganya Pasti Akan Naik, Ada Resiko Tersembuyi

Meski saya telah memiliki akun investasi saham di salah satu sekuritas ternama sejak tahun 2012-an awal mulai serius berinvestasi saham saya belajar cukup banyak dari video-video youtube khususnya mengenai value investing. 

Di banyak video beberapa tokoh ternama sering menyebutkan beli lah saham di harga murah, istilahnya Rolls Royce harga bajaj. Pada saat itu saya melihat cara simple adalah melihat PBV, PER, P/S dan sejenisnya. 


Dari capture gambar diatas menurut saya saat itu saham ini cukup murah, PBV cuma 1/4 dari harga wajar "murah banget", price to sales juga terlihat murah, bahkan data lain mengenai hutan juga sangat kecil DER cuma 0.05. Ini perusahaan kekuatan finansialnya sangat besar, tidak akan terpengaruh jika ada pengetatan moneter, pikir saya.

Pada saat itu tahun 2020, Covid-19 melanda, income mungkin sedikit terganggu, tetapi saya percaya jika Covid-19 selesai semua bisa kembali seperti semula. Apalagi Presiden Indonesia saat itu memutuskan tidak menerapkan full pembatasan sosial demi menjaga perekonomian, strategi tarik ulur. 

Tetapi kemudian perusahaan ini mulai tidak menyetor laporan keuangan Q3 2020, dengan alasan
" .. adanya gangguan kesehatan akibat pandemi Covid-19 yang dialami oleh beberapa karyawan serta pengunduran diri karyawan imbas terdampaknya operasional bisnis restoran saat pandemi"
seperti laporan di CNBCIndonesia

Hasilnya, harga saham tersuspend tidak dapat diperdagangkan sejak bulan Agustus 2021. Akhirnya saya harus bersabar, karena biasanya suspen yang sering saya alami hanya hitungan minggu, sudah bisa diperdagankan kembali. 

Namun setelah ditunggu hingga July 2026, emiten tetap tidak merilis laporan keuangan hingga potensi delisting atau go private.

Dari sini, saya sebagai investor yang baru pertama kali mengalami hal ini menyadari bahwa resiko investasi bukan hanya kerugian harga saham turun dari nilai awal kita beli, tetapi ada resiko lain seperti harga suspended hingga tahunan. Yang masalah suspend-nya cukup sepele menurut saya, yaitu tidak merilis laporan keuangan.

Jadi pelajaran yang saya ambil dari sini adalah, jika ternyata emiten mulai tidak merilis laporan keuangan mulailah berpikir untuk mengurangi resiko meskipun harga tiba-tiba seolah naik karena ramai transaksi, bisa jadi ada yang sedang menggoreng sebelum pergerakan harga saham disuspend BEI.

Post a Comment