Era Surplus Besar Mulai Berakhir? Neraca Perdagangan RI Hadapi Tekanan Baru 2026

Tahun 2025 menjadi periode yang penting bagi kinerja neraca perdagangan Indonesia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan sepanjang 2025 mencapai US$ 41,05 miliar, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 31,33 miliar. Ini merupakan pencapaian surplus yang kuat dan mencerminkan kemampuan ekonomi Indonesia terus mengekspor lebih banyak daripada impor barang dan jasa. Kinerja Ekspor dan Implikasi Terhadap Surplus. Kontribusi ekspor terhadap surplus ini tak lepas dari pertumbuhan ekspor komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (CPO), besi dan baja, serta produk manufaktur lain yang mengalami kenaikan nilai signifikan di pasar internasional. Data BPS menunjukkan bahwa ekspor nonmigas menjadi pendorong utama, sementara neraca migas masih mencatatkan defisit. Kenaikan nilai ekspor ini mencerminkan permintaan global yang tetap kuat terhadap produk Indonesia, termasuk dari negara-negara besar seperti China, …